NASIONAL

Prita: Koin itu Simbol Keadilan Rakyat Kecil

Prita pun tak kuasa menahan haru ketika mendengar ada aksi pengumpulan koin untuk dirinya.

ddd
Sabtu, 5 Desember 2009, 20:01
Koin Peduli Prita Mulyasari
Koin Peduli Prita Mulyasari (Twitter dedidude)

VIVAnews - Aksi dukung Prita Mulyasari dengan mengumpulkan koin receh terus bergulir. Prita merasa sangat terharu atas dukungan yang di luar perkiraannya itu.

"Ini kuasa Allah. Koin itu menurut saya adalah simbol rakyat kecil, yaitu saya," kata Prita Mulyasari dalam perbincangan dengan VIVAnews, Sabtu 5 Desember 2009.

Prita pun tak kuasa menahan haru ketika mendengar ada aksi pengumpulan koin untuk dirinya. Prita menilai, bila sampai akhirnya masyarakat memberikan koin, itu berarti adalah pelajaran untuk keadilan.

"Masyarakat sampai harus memberi nilai yang terkecil demi keadilan," ujar Prita. Maka itu, ibu dua anak ini berharap agar cobaan yang menimpa dirinya bisa melahirkan jalan terbaik bagi hukum. "Dan hanya Tuhan yang bisa membalas. Terima kasih teman-seman semua," kata Prita.

Seperti diketahui, prose perdata antara Prita Mulyasari dengan RS Omni Internasional sudah diputus. Di tingkat Pengadilan Negeri Tangerang, Prita divonis membayar denda Rp 312 juta.

Vonis itu diterimanya sebelum ia mendekam di Lembaga Pemasyarakatan Wanita Tangerang pada Mei 2009. Atas putusan tingkat pertama itu, Prita lalu mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Banten.

Hasilnya, Prita kembali diposisikan sebagai pihak yang kalah dengan diwajibkan membayar denda Rp 204 juta. Meski nilai denda turun sekitar Rp 100 juta, Prita tetap pada posisi kalah.


ismoko.widjaya@vivanews.com



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
arasy
06/12/2009
koin itu tanda kemenangan. apa ngga malu tuh yaa jaksa & hakimnya? posisi mereka ibarat tangan dbawah. ntar koinnya jgn lupa dtimbang ya mbak prita... biar mereka sadar bhw bobot koin itu sama dengan bobot dosa2 mereka.
Balas   • Laporkan
abubakar
06/12/2009
Memang susah ya hukum di negara kita yg tercinta ini, org mengeluh didenda 204 jt, Rakyat kecil jual 1 butir ekstasi penjara 4 tahun, tersangka jaksa jual ekstasi 300 butir lebih cuma penjara 1 tahun, mencuri semangka, pisang, sampai kentut pihak kejaksaa
Balas   • Laporkan
surya
06/12/2009
Saya juga bertanya, kemana itu YLKI, LBH Kesehatan? Yang dulu pernah gembar-gembor. Tapi koq sekarang gak nongol? Apa juga sudah terbeli?
Balas   • Laporkan
meteor
06/12/2009
terus berjuang tuk keadilan, ALLAHU AKBAR
Balas   • Laporkan
Rakyat Indonesia
05/12/2009
Saya SETUJU saja jika saudara2 se Indoensia membantu ibu Prita. Cuma.. gak usah mengatas namakan KEADILAN deh.. dilihat dari sisi mana? MUNGKIN bisa jadi ibu Prita mengalami kerugian (KITA BELUM TAHU KEPASTIAN) tapi ibu Prita juga harus punya cara2 yang
Balas   • Laporkan
April Nizar
05/12/2009
Kemana itu LEMBAGA PERLINDUNGAN KONSUMEN? Saat masyarakat di rugikan oleh suatu perusahaan, apalagi perusahaan asing katanya, tdk boleh Complaint lewat MEDIA. Malah dituntut balik, perjuangkan wahai Masyarakat Indonesia, kalau perlu tutup itu Rumah Sakitn
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Informasi Pemasangan :
Telepon : 021-9126 2125 / Sales
Email : Sales@viva.co.id