NASIONAL

Kapolri: Saat Ini Kepolisian Tersudut

Polri mengaku saat ini dalam posisi terpojok.

ddd
Rabu, 11 November 2009, 09:54
Kapolri, Bambang Hendarso Danuri
Kapolri, Bambang Hendarso Danuri (Vivanews/Nurcholis Anhari Lubis)

VIVAnews - Polri meragukan kesaksian mantan Kapolres Jakarta Selatan Kombes Polisi Williardi Wizar dalam persidangan kasus pembunuhan Direktur Putra Rajawali Banjaran Nasrudin Zulkarnaen. Meski demikian, Polri mengaku saat ini dalam posisi terpojok.

"Saat ini, kepolisian dalam posisi tersudut," Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri di hadapan peserta dalam acara 'Workshop Polri Membuka Ruang Transparansi Publik' di Ruang Rupatama, Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu 11 November 2009.

Entah apa maksud Bambang Hendarso dengan kata-kata posisi kepolisian yang sedang tersudut. Akhir-akhir ini, institusi Polri memang sedang mendapat kritik tajam.

Kritik itu terutama dalam kasus dugaan rekayasa kasus yang membelit pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Bibit Samad Riyanto dan Chandra M Hamzah. Meski demikian, dalam sambutan di hadapan peserta workshop, Bambang Hendarso tidak menyinggung soal kasus Bibit dan Chandra.

Sebelumnya, Kapolri menjamin Williardi tidak mendapatkan pemaksaan saat menjalani pemeriksaan penyidik. Karena, lanjut Bambang Hendarso, para penyidik yang memeriksa berpangkat lebih rendah Williardi.

"Masak sih, dia (Williardi) seorang Kombes diperiksa (penyidik) AKP (Ajun Komisaris Polisi) atau Kompol (Komisaris Polisi) bisa dipaksa?" ujar Bambang Hendarso.

Seperti diketahui, dalam sidang atas terdakwa Antasari, Williardi mengungkap penyidikan kasus pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen diskenariokan untuk menjebak Antasari Azhar sebagai dalang pembunuhan.

Williardi mengaku diminta membuat Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yang menyudutkan Antasari, dengan iming-iming akan dibebaskan. "Sudah silakan saja kamu buat yang bisa menjerat Antasari," kata Williardi menirukan kalimat penyidik.

Lantaran janji tak segera dipenuhi, Williardi memutuskan mencabut kesaksiannya dalam BAP 'rekayasa' itu. "Keterangan itu saya cabut semua, saya dikatakan pengkhianat, dan penyidik bilang, kalau BAP seperti ini tidak bisa menjerat Antasari."


ismoko.widjaya@vivanews.com



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
rakyat biasa
11/11/2009
Tetap kuat Pak Kapolri, prestasi Bapak sudah bagus dan saya angkat 2 jempol, kalau badai ini berlalu jadi 4 jempol, Tetap kuat banyak berdoa..
Balas   • Laporkan
Pemerhati
11/11/2009
Kalau yang mriksa sama-sama Jenderal kaya P Susno dipriksa Irwasum kemarin hasilnya kan tahu sendiri..sama seperi penjelasan P Susno. Coba kemarin P Susno dipriksa AKP n KOMPOL pasti hasilnya lain...Dimana-mana kalau bawahan diberi kebebasan mriksa atasan
Balas   • Laporkan
primus
11/11/2009
ud pak, mundur aja bapak dan pejabat lainnya........ kami ud ga percaya dengan anda. anda berprestasi untuk pemberantasan terorisme, tp untuk rekayasa ternyata ada prestasi juga. Dulu bapak minta maaf atas penyebutan cicak oleh pejabat polri dan akan meni
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Informasi Pemasangan :
Telepon : 021-9126 2125 / Sales
Email : Sales@viva.co.id