NASIONAL

Peringatan Hari Pahlawan

"Uang Saku Bung Karno Pemberian Raja Solo"

"Nggak mungkin, seorang Soekarno yang saat itu terbilang anak kecil bisa himpun kekuatan."

ddd
Selasa, 10 November 2009, 12:00
Presiden RI Pertama Ir.Soekarno
Presiden RI Pertama Ir.Soekarno (chello.nl)

VIVAnews - Pihak keluarga Keraton Solo menyambut positif pemberian Bintang Mahaputera Adi Pradana kepada Paku Buwono (PB) X dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada Senin 9 November 2009.

Keluarga Keraton Solo menilai gelar tersebut pantas, karena PB X berjasa besar sebagai donatur perjuangan RI, khususnya sebagai donatur perjuangan Soekarno.

Menurut kerabat Keraton Solo, GRAy Koes Moertiyah atau yang akrab disapa Gusti Moeng, PB X  semasa hidupnya sangat memberikan dukungan moril dan materil terhadap pahlawan kemerdekaan.

Menurutnya, hampir semua pahlawan yang berjuang untuk kemerdekaan RI sebenarnya merupakan abdi dalem Keraton Solo.

”Sinuwun PB X  yang membiayai semua pahlawan itu untuk bergerak, mempersiapakan kemedekaan. Bahkan dalam manifesto, anggota BPUPKI rata-rata merupakan abdi dalem Keraton Solo, salah satunya Dr Rajiman,” kata dia kepada VIVAnews di Solo, Selasa 10 November 2009.

Bahkan, kata dia, jejak PB X dari saksi hidup mengungkapkan bahwa perjuangan PB X tidak hanya di Jawa, namun juga di berbagai wilayah Nusantara dari wilayah Sumatra hingga Ambon.

”Fakta sebenarnya, PB X itulah yang membiayai perjuangan Bung Karno, termasuk ketika Bung Karno dalam masa pembuangan dia diberi uang saku oleh PB X."

"Nggak mungkin, seorang Soekarno yang saat itu terbilang anak kecil bisa menghimpun kekuatan tanpa adanya sokongan dana dari
sinuwun. Sayangnya, tidak ada sejarah yang menulis itu,” paparnya.

Lebih lanjut, Gusti Moeng menjelaskan, Keraton Surakarta merupakan tonggak berdirinya Republik Indonesia. PB X sebagai raja di Keraton Surakarta yang menguasai pemerintahan kala itu, justru memberi kesempatan terbentuknya pemerintahan Indonesia. ”Dalam UUD 45 pemerintah mengakui pemerintah Keraton Solo ada sebelum pemerintahan Indonesia ada,” jelasnya.

Soal pemberian gelar, kata dia, PB X sudah sewajarnya menerima penghargaan tersebut. Sebenarnya usulan pemberian penghargaan itu sudah wacana lama.” Memang sudah ada dari dulu, yang dulu syaratnya terlalu mengada-ada, namun sekarang lebih umum. Lagi pula, yang mengusulkan pemberian gelar itu sebenarnya masyarakat umum, meski memang pihak kerabat keraton juga mendukung hal itu,” ujarnya.

Presiden SBY memberikan penghargaan kepada Almarhum Paku Buwono (PB) X berupa Bintang Mahaputera Adi Pradana di Istana Merdeka Jakarta, Senin (9/11) kemarin. Dalam penghargaan tersebut Almarhum PB X diwakili oleh putranya KGPH Panembahan Haryo Mataram serta didampingi oleh B.R.A DR Mooryati Sudibyo.

Laporan: Fajar Sodiq|Solo



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
bukan abdi dalam
18/10/2010
.?a?º°? ?°º?a?a?º°?™?îiîk.?:: ?îiîk ::?. ?îiîk™? ..Hî?..:p..?ïí.. ..??Ï.. ?°º Hihiº°? ah yang bener nih trus yang di luar jawa gimana juga abdi dalam jugakah ?
Balas   • Laporkan
Ki Ageng
10/11/2009
Alahhh.. jenengan niku ngendika punapa to gusti... putra nata kok umuk yen ngendikan. lakung prayogi adap asor... suwun
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com